Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Sungai Urban

Sungai Urban

akukah kampung yang kaurindu
saat datang bayang-bayangmu mengalirkan sungai kegelapan
di antara batu-batu hati nan terancam padam
tinggal sebidang rancang urban yang ditelan kekerdilan.

tatapanmu meranggas di rumpun bambu
berdesak-desak mengeja tebing waktu
turutkan angin mengantar mega-mega puith
menganyam derai rindu berkalang hujan letih.

adalah garis-garis masa lalu
mengubur deras mimpi para penghuni
mengalirkan riuh peradaban yang pongah
ke laut peradaban yang tergusur zaman.

sungai itu
semakin sendiri

Iklan

26 Mei 2010 - Posted by | Puisi |

3 Komentar

  1. Puisi yang sungguh puitis lagi ekspresif, yang membangun emosi pembaca untuk terus berasosiasi, berimajinasi, dan membongkar ingatan-ingatan demi menemukan makna.

    Meski berat menemukan makna yang tersirat, tapi secara batiniah mampu menjernihkan keruh benak yang terkontaminasi oleh gelapnya zaman ini.

    Komentar oleh Sungkowoastro | 28 Mei 2010

  2. namun cinta dan senyumku tak akan pernah tergusur sayang……

    Komentar oleh Anna | 28 Mei 2010

  3. Akukah kampung yang kau rindu ?
    dddduuhhh … kalimatmu membuatku rindu pada sungai yang kutinggalkan sendiri dan sunyi

    Komentar oleh rini intama | 8 Juni 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: