Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Balada Cemara

Balada Cemara

cemara lahir dari rahim sunyi
berkawan tajuk nyanyian sufi

pagimu mekar riuh bergetar
sayap rantingmu meranggas hampa
ladang-ladang hati kian terkapar
dirajam buritan berebut peta
satu demi satu
memburu cahaya senja

angin berhenti di cakrawala
cemara lelah menanti iba
berdesak desak alunan jiwa
melempar pandang semata merdeka
merenggut usia satria dewasa
berkelana
menjelajah generasi demi generasi

cemara kuyu merindu
senyum pecundang ditendang tendang
nganga luka melubang pedih
terbuang rasa jalang menimpa
terbaring asa
semakin rendah

cemara sunyi kelam membumi
bersorak gerimis menampar bunga bunga
sejak sepi semakin sepi
begitu seterusnya tanpa titik henti

Purworejo, 27 April 2010

Iklan

27 April 2010 Posted by | Puisi | | 5 Komentar