Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

KARTINI

KARTINI

gerimis riuh menebang malam
pagimu datang tak berpeta
di antara reruntuhan peradaban kelam
kemana jasamu menimang bangsa

engkaukah bintangku yang hilang
saat transaksi ricuh di pasar pagi
dirimu berpesta dengan nasib sendiri
di antara kodrat dan harapan – kartini

angin tiada berjalan
kutipan-kutipan ayat pun jadi suram
bulan kehilangan cahaya rindunya
ia nyelinap di antara mega mega kelam

bulan sungguh menahan malu
atas titipan rindu yang kusampaikan
kini entah berapa malam berlalu
semata wayang terkapar hanya penantian

kini terpancar dalam dunia
kegelapan diri tiba-tiba tanpa hati
menyekap luka demi luka menyeret jiwa entah kemana
mendung ini

sejak pagi hati pun terkurung sepi
jembatan ilusi begitu panjang dan sunyi
seberkas cahaya menebang belantara
mengerdip bening menyeret hati

tatapanmu  merindu

Iklan

21 April 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: