Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Senandung Rindu

selimut hatiku bisik kelegaman pikiran di antara akar-akar perindu.
ayat ayat asingmu bukanlah sebuah bisu yang terbaring di cakrawala jingga.
kau telah tinggikan sebuah tonggak yang kerdil dari peradaban yang porak.
kini ada dua jalur yang kokoh membentengi diriku dari rayuan syetan dan bujukan nafsu.
biarkan diriku terkapar dalam dzikir jahar.
dan biarkan malamku menelan dikir kofi adonanmu.
remang kelu semata menunggu mekarnya pagi.
saat kuseberangi pematang rindu.
masih juga kudengar teriak sunyi…
kulirik durimu sembunyi di antara perdu-perdu.
kuharap tidak kaulukis peta baru.
apalagi dengan darah atas luka di hatiku.

Iklan

4 April 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: