Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Jeruji Kematian

keringat bumi cahaya rumputan
mengerling musim bertabur darah
teringat jeruji keranda titian
bergeming diri semata gelisah
tetapkan jarak pijak melangkah
menyibak buritan laga kematian
senandung sunyi merenggut rindu
gelora asa bertalu-talu
menujumu….
bara biru tanda nyalamu
berkalang gemerlap bintang-bintang
rembulan di pelupuk mata
padam
ke mana lari duri mengurung
kerudung sepi memucat pekat
rapat
terkunci

Iklan

31 Maret 2010 - Posted by | Puisi |

2 Komentar

  1. Astaghfirulah…. betapa dekat kematian, sedekat urat leher kita.

    Komentar oleh yuni | 31 Maret 2010

  2. Ya, keberadaan manusia sebenarnyalah tak berdaya apa-apa, tak bisa berpihak. Cuma hanya dapat berserah kepada Sang Khalik.

    Komentar oleh Sungkowoastro | 3 April 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: