Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Ketika Diri Takmampu Memilih

ketika diri takmampu memilih
bahkan berbuat
melayanglah pandang pada gunung-gunung masa lalu
sayup-sayup rindu …
pada ilmu
ibadah
juga mencari nafkah

desak-desak pintu
menahan laju
wahai burung malam…
kemana tuju bayangmu tak tentu
apakah kau punya nama
bahkan jabatan
mengepakkan sayap sayap kesejarahi
di belantara sunyi dirimu taklagi peduli
memangsa pagi
hingga ke akar yang paling sepi

dirimbun terbit gelombang matahari masih menunggu
membaca abjadmu terpana gelora matahati
mengejar jejakmu terbelit duri semata sufi

angin …
kaukah itu
yang mampu menenggak sepi
menyeret padang ke jendela-jendela abadi
meski tetap sunyi….

Iklan

15 Maret 2010 - Posted by | Puisi |

2 Komentar

  1. Ya…kesunyian memang dapat menerpa siapa pun. Akan tetapi, mungkin akan lebih berarti jika kita dapat mengelola kesunyian itu menjadi energi bagi pengembangan diri. Terus saja berkarya, Pak! Salam kekerabtan.

    Komentar oleh Sungkowoastro | 19 Maret 2010

  2. Siiiipppp….

    Komentar oleh Zaenal Arifin | 15 Mei 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: