Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Melintasi Perbatasan

Melintasi Perbatasan ABK (A – Atambua B – Betun K – Kovalima) ini adalah cerita nyata yang saya kembangkan dari buku harian pribadi sewaktu menempuh perjalanan dari Kota Atambaua (Timor Barat) sampai Kovalima (Timor Leste) Cerita selengkapnya masih dalam taraf pengetikan, sehingga dalam posting ini baru saya tampilkan subjudul-subjudulnya saja.

Kutipan Buku Harian Pribadi awal tahun 1985 sbb. :
Sabtu, 5 Januari 1985; pagi berjalan kaki dari pertigaan Halelulik sampai Pasar Halelulik, tongkrong laiknya anak sekolah yang lagi mbolos tongkrongan menyaksikan atraksi bakul jamu. Bakul jamu itu tentu orang Jawa Timur. Sabtu, 5 Januari 1985; siang berjalan kaki dari Pasar Halelulik hingga pertigaan Betun, pengembarakah aku? Sabtu, 5 Januari 1985; sore berjalan berjalan kaki dari pertigaan Betun hingga Posko perbatasan Metamaok, telah sampaikah aku? Sabtu, 5 Januari 1985; bermalam di Posko perbatasan Metamaok, nyamuknya bukan main. Minggu, 6 Januari 1985; pagi numpang truk amunisi dari Posko Metamaok sampai Posko Salele, jalan masih berlumpur. Minggu, 6 Januari 1985; jalan siang dari Salele sampai tepian Pantai Suailoro, matahari siapakah itu? Minggu, 6 Januari 1985; sore dalam penjemputan dari Suailoro ke Kamp Ladi (Buku Harian, 1985)

Bagian 1
Turun dari Minibus di Pertigaan Halelulik

Bagian 2
Tongkrong di Pasar Halelulik

Bagian 3
Pengembaraan

Bagian 4
Bermalam di Posko perbatasan Metamaok,

Bagian 5
Truk Amunisi di Medan Perbatasan

Bagian 6
Dari Salele sampai tepian Pantai Suailoro

Bagian 7
Matahari Suai Milik Siapakah itu?

Bagian 8
Antara Pantai Suailoro dan Kampung Ladi

Bagian 9
Ladi, Kamenasa

Bagian 10
Hari Minggu di Pasar De Bos

Iklan

24 Februari 2010 - Posted by | Cerpen |

1 Komentar

  1. Wah, pernah kesana ya Mas?

    Komentar oleh iin syah | 10 Mei 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: