Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Jaladara

JALADARA

Iseng – iseng membuka daftar kata secara online dalam Kamus Bahasa Sanskerta di http://alangalangkumitir.wordpress.com/kamus-sansekerta-indonesia/ jala : 1 jala; 2 air; jalada : air, mendung; jaladara : mendung, awan; jaladhi : laut; jaladri : laut; jalanidhi : laut, samudra; jalantara : talang air; jalatarangga : gelombang. Awalnya memang jaladara yang berarti mendung atau awan. Namun saya terlanjur mengkategorikan syair – syair saya ini dengan istilah jaladara. Kalau saya kategorikan pantun tentu jadi bahan pembelajaran yang tidak berkompeten. Biarlah tetap dengan istilah jaladara yang di dalamnya terkandung makna “mendung cinta”. Bentuknya mirip syair atau mirip pantun, tetapi berusaha membebaskan diri dari sampiran dan isi serta rumus persajakan. Sampiran dan isi serta rumus persajakan boleh dikata menyesakkan dada, manakala anak-anak mempelajari atau menulis pantun. Dengan demikian jaladara lebih mudah dan asik ditulis oleh kalangan anak-anak maupun remaja. Di samping itu untuk merakit puisi anak-anak secara umum belum cepat memasukkan unsur-unsur pembangun puisi tersebut.

Beberapa jaladara yang pernah saya tulis sebagai berikut :

1. Jaladara Pagi

batu batu telak membisu
menyandung pagi jalan berliku
dengan rindu kau tahan gegas
meranggas perdu sabarmu lepas

lagu cinta meniti derita
mengalun indah merentang sunyi
keberangkatan tersampai sudah
di pintu pagi aku bersimpuh

2. Jaladara Siang

dinding cinta begitu rupa
gegas bergeming aneka warna
mekar melati mengukir rasa
indah sabda menjangkar sukma

rebah siang membumi gundah
telaah rindu menyapa terang
debar hati menjarum duri
padamu ramah hanya ilusi

3. Jaladara Sore

pucuk dihujan menyandera kelam
angin berisik mengerdip senja
sampai padamukah rintik rindunya
di buritan semu dirimu sayup sayup menjauh

kembali ke jalan pulang
bersama gerimis membendung panjang
ratap senja liar mengembara
rintiknya semata doa

4. Jaladara Malam

besi-besi rapuh mendaki
mengikis gulita rebah membumi
tanpa hadirmu menuntun hati
sawah ladangku tergenang sunyi.

kokok ayam menikam sunyi
riuh bersarang aneka jalang
pada dirimu berkalang mimpi
bertanam harap menghujung malam

Demikian iseng – iseng membuka daftar kata secara online dalam Kamus Bahasa Sanskerta ini berakhir dengan memandang kata “jaladara” sebagai sejenis karya sastra pantun atau syair, yang isinya bernuansa “mendung cinta” muda-mudi. Harapan saya melalui jaladara anak-anak berlanjut mencapai kompetensi puisi lama (pantun, syair, gurindam, seloka, talibun) dan puisi baru (puisi bebas).

Iklan

24 Februari 2010 - Posted by | Artikel | , ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: