Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Tancap Kayon

TANCAP KAYON

(Puisi : Riyadi)

naik gunung pagi
sampak memuncak desak
menancap ke punggung bumi
lalu sunyi

jalan cerita panjang abadi
kubur sepi jejak berarak
peradaban maknawi
lekat tradisi

awalnya jaladara menyeret mata kaki
tata rapi sila mendongak
simak liuk lengking permadani
tahta negeri demi negeri

berandanya berebut petisi
barikade-barikade berdesak
adu misi tanpa visi
hingga terbit jurnal dinihari

titinada uzur panji-panji
tembang-tembang girang menyedak
lepaskan luka hati
tembus rimba bahari

suntuk pagi
kokok ayam menyentak gerak
mengalun tinggi debar meniti
curahan hati

naik gunung pagi
sampak memuncak desak
menancap ke punggung bumi
lalu sunyi

suara-suara itu menahan gegas tiap telinga
tanpa titik henti

Purworejo, 24 Februari 2010

Tancep Kayon

Tancep Kayon

Iklan

23 Februari 2010 - Posted by | Puisi |

2 Komentar

  1. Terus saja berkarya, Pak! Dunia akan terus tersenyum pada orang-orang yang mau mengungkapkan apa yang terpendam dalam benaknya. Salam sastra.

    Komentar oleh sungkowoastro | 23 Februari 2010

    • Wah … terima kasih supportnya Pak Sungkowo… saya jadi merasa diberi nyawa untuk berkarya. Sekali lagi terima kasih Pak.

      Komentar oleh Riyadi | 24 Mei 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: