Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Sirna

Sirna

bunga – bunga liar bermekaran sepanjang jalur pendakian. riuh siul pecundang melengking malu dari ranting ke ranting. sapa salak ramah burung – burung rimba kurusetra paska baratayuda.  angin menyeret sunyi  ‘kayon’ tertancap tegak dipotret waktu. entah berapa jengkal tetes – tetes darah tertumpah saat raga rebah di tanah. mengalir sungai deru memeras tangis merah terjarah. lukisan senyum kebebasan negri indah mengubur kelam angkara. hingga sirna.

Iklan

20 Februari 2010 - Posted by | Cerpen | ,

1 Komentar

  1. di sana di kurusetra
    segalanya dihidangkan
    segalanya dihilangkan
    sirna..

    Komentar oleh Pa'e Sekar | 18 Mei 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: