Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Selayang Pandang

Mungkin ini cerita gamang. Dari Pesisir Tengah Krui Lampung yang kuisyaratkan sebagai belahan barat persada. Saudaraku, tepatnya kawan lama si Yurja di sana. “Nyak ja ija” itu yang pernah dikatakannya padaku suatu malam hampir dinihari di Malioboro Yogyakarta. Semalam ia sms isinya kutipan buku hariannya tahun 80-an begini : “Kali Progo, 2 April 1983, hujan mempercepat kelam. Setelah sholat zuhur jam menunjukkan pk 2, Riyadi temanku datang ke kostku sapen tegal III/88-A ngajakku jalan-jalan ‘ngepit’ keliling Yogyakarta belahan barat. Kamipun berangkat, di jl. solo seorang cewek bersepeda, berbaju putih anrok biru, kami berduapun berusaha mengejarnya… Bersambung … tunggu episode berikutnya …”
Malam Minggu aku kadang menunggu kelanjutan sms itu. Tapi sampai detik kutulis ini belum juga berlanjut.
Pada saat yang hampir sama aku terima sms dari belahan Timur persada. Tepatnya dari kawan yang pernah tinggal di Baugia, sebuah kota hampir di ujung timur Timor Leste. Isinya kritik semata, begini bunyinya : “Baugia, 2 April 1993. Kemo do Karmo – nama sebutanku waktu itu – red*) tinggalkan rokok. menuju dunia bebas asap rokok. Sepatu-sepatu yang pernah kaupakai lekat semata. Demi kawan aku mengirimnya…”
Sampai psotcard itu di meja tulisku tahun itu juga. Sampai detik kutulis ini belum bertemu orangnya. Aku masih menunggu kabar beritanya. Dan mungkin kini ia di wilayah DIY.
Wahai kawan berdua kalau suatu saat kaubaca ini cobalah menghubungi. Ingin kita bercerita lagi. Tentang rindu kita tempoe dulu.

Iklan

20 Februari 2010 - Posted by | Cerpen |

1 Komentar

  1. saya tertarik dengan pesan dar sahabat pak riyadi yang dari timor leste itu. saran utk tidak merokok, haks. ternyata pak riyadi belum bisa juga meninggalkan kebiasaan sebagai ahli hisap, seperti halnya saya, haks.

    Komentar oleh Sawali Tuhusetya | 22 Februari 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: