Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Menatapmu aku jadi malu

menatap diri lewat derai hujan
memacu kuda dengan pekik “merdeka”
wajahmu menghadang di depan
sinarnya silaukan mata

membelok diri lewat jalan pintas
mengejar sudut dengan lirik “merdeka”
lirikanmu mengibas pandangku
dan aku lepas kendali

memutar kuda ke padang senja
membidik curam dengan panah “merdeka”
senyummu melebar menepis gendewa
mengalir sunyi ke bibir sungai

Betapa diriku terjatuh
dalam pekik merdeka tanpa kata
Menatapmu aku jadi malu
Kaupun berlalu tanpa kata.

Iklan

15 Februari 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: