Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Citra Jaladara

Jaladara Pagi (1)

batu batu telak membisu
menyandung pagi jalan berliku
dengan rindu kau tahan gegas
meranggas perdu sabarmu lepas

melenggang goyang daun pisang kukira pagimu girang berdendang
melewati jejakmu begadang semalaman ternyata dirimu belum pulang
betapa jalan hidup lama masih kausandang berpanjang panjang
ayo lekaslah pulang sebelum pagimu telak menampar siang

habis rupa berganti kata
rindu serta berturut turut
laju janji tak pernah tepat
berkalang pagi langit memucat

lagu cinta meniti derita/ mengalun indah merentang sunyi/ keberangkatan tersampai sudah/ di pintu pagi aku bersimpuh//

di baitmu kubaca kata
abjad dunia sembilan sabda
di pagimu kutulis nama
dian puisi penerang hati

kaubantai pagi dengan masa lalumu/ jiwa pun lunglai hingga ke perdu perdu/  ladang rindu buritan berkalang lesu/ mengeringkan jejak amarahmu//

Jaladara Siang (2)

dinding cinta begitu rupa
gegas bergeming aneka warna
mekar melati mengukir rasa
indah sabda menjangkar sukma

rebah siang membumi gundah/ telaah rindu menyapa terang/ debar hati menjarum duri … padamu ramah hanya ilusi

Jaladara Sore (3)

pucuk dihujan menyandera kelam
angin berisik mengerdip senja
sampai padamukah rintik rindunya
di buritan semu dirimu sayup sayup menjauh

kembali ke jalan pulang
bersama gerimis yang membendung jalur panjang
rintiknya ratap senja liar mengembara

Jaladara Malam  (4)

di kanvas biru/ kubaca senyummu/ sayu memandang … cahaya malam//

besi besi rapuh mendaki/ mengikis gulita rebah membumi/ tanpa hadirmu menuntun hati/ sawah ladangku tergenang sunyi//

bertapa pula menebang sunyi/ jalan gelap meranggas sepi/ pohon cinta tiada terbaca/ ala biasa menggigil sukma/ paska cerita meniti derita//

membuka pintu malam, ada yang m’nyelinap di senja kala/ beragam gelap mertatap di dalam, menjangkiti kenangan muram/ kubaca ayatmu melipat kelam/ bertabur aroma wangi membumi//

kokok ayam menikam sunyi
riuh bersarang aneka jalang
pada dirimu berkalang mimpi
bertanam harap menghujung malam

menyeberang ke bening pagi/ lautkan sajadah menyapa diri/ bulan merindu gamang/ surat suratmu bergegas pergi/ mengantar hati ke jalan sunyi//

Iklan

10 Februari 2010 - Posted by | Puisi | ,

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: