Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Klosa Senja

Klosa Senja

Pucuk dihujan menyantap kelam. Angin berisik mengerdip senja. Sampai padamukah rintik rindunya. Di buritan semu dirimu sayup sayup menjauh.

Luka lama mengapa kau kata. Buritan senja angin memulai. Dia sakit akupun iba. Bisu semata mungkin obatnya.

Kuraba malam dengan jiwa. Kuseret kantuk tanpa peraduan.Terbengkelai jalan menuju harapan. Getar roda membising senyap.

“Tamu. Tamu. Tamu”

Mereka meluncur dari berbagai penjuru. menganyam jarak jauh menempuh. Jika tak iba bukan jiwa namanya. Duduk beringsut di kursi tua. berpandang sapa tentang norma-norma. Laju waktu melenggang lama. Simpang siur beragam cerita.

“Pulang. Pulang. Pulang”

Bisik hati ini pecundang. menggamang kerja menumpuk angka. Tapi rasa tetaplah jiwa. Harus berjaga di kursi tua.

Di luar bulan menunggu. mengancam langit ke medan tuju. Menerpa bayang kian tak tentu. Dan aku berdoa slalu untuk tidak beranjak dulu. Sebelum malam terlanjur hilang.

Tak menunggu kursi tertata. Bergegas pula mengikut jarak. Menderet pikiran merancang harapan. Tetap saja waktu menunda.

Berangan di jalanan … semakin sepi sendiri.

Segala yang harus kukerjaan sudah tertunda.

huufttt capek dech.

Iklan

9 Februari 2010 - Posted by | Cerpen |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: