Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Jejak Rindu

Kilas balik jejak rindu senandung pilu beranjak dari bujuk rayu di status terakhir facebookku

Kokok ayam menikam sunyi.riuh bersarang aneka jalang. pada dirimu kutanam harap
habis rupa berganti kata. rindu serta berturut turut. laju janji tak pernah tepat. berkalang pagi langit memucat.
Tepatnya milik kartini “habis gelap terbitlah terang” maka pintanya “beri aku bunga melati yang mekar di lubuk hati” dan kau … eh, aku masih terus terjaga. menganyam kerja, menelusuri alur cerita. dunia ini … betapa!
Wahai mawar juga melati harummu menyerta jaga. menuntun pagi ke medan kerja.
perlahan tapi pasti kita terjerat janji. setidaknya yang diam dalam hati. ia meraga juga merupa. bahkan sejak kita belum beraga, belum berupa. Empat bulan usia dikandung bunda. Janji sukma. betapa. begitu.
Pagi-pagi mengupas janji. kapan tuntasnya belum kumengerti. menunggu serta panjang cerita. manis pun sisa masih setia. di baitmu kubaca nama. abjad dunia sembilan sabda. di pagimu kutulis nama. dian puisi penerang hati.
Menyeberang ke bening pagi. lautkan sajadah menyapa diri. bulan merindu gamang. surat suratmu bergegas pergi. mengantar hati ke jalan sunyi
bertapa pula menebang sunyi. jalan masih gelap meranggas. pohon cinta tiada terbaca. ala biasa menggigil sukma. paska cerita meniti derita.
Lagu cinta meniti derita. mengalun indah merentang sunyi. keberangkatan tersampai sudah. di pintu pagi aku bersimpuh.
Rebah siang menunggu telaah berikutnya. akankah kau pandu dengan terangmu. debar hati menjarum duri … menyapa ramah hanya ilusi
kuterima penawarmu. obat sejuk penghangat kalbu. perkenankan kuberangkat … melangitkan rindu.
di kanvas biru. kubaca senyummu. sayu memandang … cahaya malam
besi besi rapuh mendaki. mengikis gulita rebah membumi. tanpa hadirmu menuntun hati. sawah ladangku tergenang sunyi.

Purworejo, 8 Februari 2010

Iklan

8 Februari 2010 - Posted by | Cerpen |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: