Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Pematang Pagi

PEMATANG PAGI
kembali ke kampung sawah ladang
meniti garis rumit menuju rumah rindu
terbayang wajahmu menghadang di pematang

pada sabut gerimis pemagar pintu pagi
meraga keagungan
mengaca bilah cemara kuyu merindu
larut menujumu
berhenti pun aku tak sanggup melupakanmu

kampungku laut rindu kian bertaut
sawahku ombak hati beku kaurenggut ladangku langit sepi
menunggu pagut
jauh menyeberangi sunyi demi sunyi
satu termin lagi …

kembali ke jagat transaksi
menikmati harga musim terus membubung tinggi
dari secangkir kopi hingga pahitnya madu asli

betapapun buntu kuingin kembali ke pematang pagi
rumah kerja keseharian

Iklan

6 Februari 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: