Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Kusir Malam

hujan mengetuk pintu malam
padamu terlambat aku katakan
kelam telah merebah di jalanan
dalam kegelapan sulit kubaca kata harapan

Kusir malam
berangkatlah segera jemput – antarkan
meski jalan setapak banyak sandungan
lompati
luruskan kendali kompas setiap jengkal perbukitan

menoleh pun jangan
pacu terus dengan petir dan gelegar
rindumu menunggu di puncak

wahai … barisan
siapa kalian bergegas berpacu
merenggut kecepatanku

tak heran
tak diam
takkan kuhentikan
kukejar engkau dengan segala pikiran

Iklan

20 Januari 2010 - Posted by | Puisi |

Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: