Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Dilema Pembagian Tugas Guru

Menjelang berakhirnya tahun 2009 yang juga akhir semester 1 Tahun pelajaran 2009/2010 beberapa sekolah khususnya SMP lebih khusus lagi di sekolah kami mulai terasa sulit mengatur pembagian tugas guru. Masalahnya jumlah guru pada mapel-mapel tertentu melebihi kuota yang seharusnya ada.
Sertifikasi Guru Dalam Jabatan yang telah berjalan sejak 2006 hingga 2009 ini hampir menuntaskan seluruh guru di sekolah kami. Padahal guru yang telah lulus SGDJ diwajibkan mengajar minimal 24 jam per minggu, dan harus sesuai dengan mata pelajaran yang menjadi bidang tugasnya yang tertulis pada sertifikat pendiidik guru ybs.
Ambil contoh Mata Pelajaran Matematika dengan 5 orang guru tersertifikasi maka dibutuhkan 5 X 24 (120 jam) per minggu untuk mata pelajaran Matematika. Padahal jumlah kelas hanya 15 setiap kelas hanya 5 jam per minggu (75 jam). Maka secara umum sekolah kami hanya membutuhkan 3 orang guru matematika saja. Bagaimana dengan 2 orang guru yang lain?
Begitu pula guru mata pelajaran yang lain; Bahasa Indonesia (5 guru tersertifikasi), IPS (5 Guru tersertifikasi). Belum lagi mata pelajaran yang per minggu hanya 2 jam pelajaran.
Setelah diingsut ke sana diingsut kesini dengan beberapa jam ekuivalen yang sah, masih tetap ada 1 guru setiap mapel harus mencari jam tatap muka ke sekolah lain.
Dilemanya di sekolah lain menemui hal yang serupa. Maka bagaimana ini?
Pernah terpikir dalam benak saya untuk menambah jumlah kelas dengan mendiirikan sekolah baru di sore hari.
Meskipun banyak guru yang mendukung, tetapi ini mungkin tidak diperbolehkan. Lha menambah kelas pagi saja tidak diizinkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten karena dianggap tidak memiliki RKB.
Lalu bagaimana pemecahannya? Apakah enjoy saja dengan membiarkan guru berebut jam pelajaran ?
Lebih dilematis lagi ada oknum guru yang minta 24 jam tetapi jadwal secara khusus.
Saya jadi heran … suatu jadwal yang tidak masuk akal dipaksakan untuk terjadi. Bagaimana ini ? Haruskah kupikirkan lagi ?

Iklan

8 Desember 2009 - Posted by | Presentasi |

1 Komentar

  1. Seharusnya Pak Menteri yang lebih bijak dalam memberikan solusi untuk masalah ini, karena beliaulah yang memberikan aturan tentunya beliau jg HARUS punya solusi.Betul tidak?!
    Dan yang paling penting, banyaknya jam mengajar tidak menjamin kualitas pendidikan di Indonesia!

    Komentar oleh Susi | 5 Januari 2010


Sorry, the comment form is closed at this time.

%d blogger menyukai ini: