Riyadi's Blog

Menggagas Wacana Guru Blogger

Mengejar Target

Suatu hari, hari ini sebenarnya sudah ditargetkan bahwa aku, seseorang harus mencapai, mendapatkan dan memiliki sesuai jumlah atau kategori lainnya yang telah ditetapkan. Meski penetapan jumlah atau kategori lain itu bersifat pribadi, layak untuk dikoreksi ulang sebagaimana seseorang memiliki target waktu.

Betapa di penghujung tahun 2009 ini banyak target yang belum terealisasi, tapi pernahkah terpikirkan untuk mengevaluasinya atau merenungkannya. Berikutnya kita harus memasang ulang target yang tidak tercapai, tidak terdapatkan, atau tidak termiliki tersebut ke dalam target tahun 2010. Seorang aku, seseorang hidup juga harus mentargetkan diri sebagai wacana bertindak mengisi hidup ini, agar hidup ini, diri ini tidak tertelan angin, atau terseret arus kehidupan sekitar. Pendek kata hidup ini juga harus diikhtiarkan sebagai laiknya sebuah perusahaan memiliki target marketing.

Targeting sesungguhnya adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif. Karena sumber daya Anda selalu terbatas. Ini menyangkut bagaimana Anda melakukan ‘fitting’ perusahaan Anda ke dalam segmen target market yang Anda pilih. (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/29/10262258/targeting.is.confirmation). Begitupun seseorang sebagai pribadi memerlukannya.

Sekedar membadingkan ulasan marketing perusahaan dengan privat marketing bahwa dalam perusahaan konsep targeting, biasanya ada tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan mana pun atau seseorang pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang mau dibidik atau dijadikan target.

Menurut Hermawan Kartajaya,Waizly Darwin dalam ulasannya di http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/09/29/10262258/targeting.is.confirmation – tiga kriteria yang harus dipenuhi adalah :

Yang pertama adalah memastikan bahwa segmen pasar yang Anda pilih itu cukup besar dan cukup menguntungkan bagi perusahaan. Selain itu pula dilihat betapa potensi pertumbuhan pasarnya. Mungkin sebuah pasar saat ini ada yang kecil dari segi ukurannya, namun ke pertumbuhannya pesat sehingga ke depannya berpotensi untuk menjadi pasar yang besar.

Kriteria kedua adalah strategi targeting ini harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan itu memiliki kekuatan dan keahlian yang memadai untuk mendominasi segmen pasar yang dipilih.

Kriteria ketiga adalah bahwa segmen pasar yang dibidik itu harus didasarkan pada situasi persaingannya. Anda harus mempertimbangkan situasi persaingan yang secara langsung atau tak langsung mempengaruhi daya tarik target segment Anda.

Seseorang pribadi, atau saya sendiri yang merasa diri memiliki target tahun 2009 dan tidak tercapai di penghujung tahun ini, tentu harus mentargetkan ulang pada tahun 2010. Setidaknya ini pandangan pribadi yang ingin menyikapi arah hidup tahun 2010 dengan target yang lebih tegas. Bagaimana dengan kau, anak-anakku sudahkah kaususun target tahun 2010 dengan mantap?

Iklan

31 Desember 2009 Posted by | Cerpen | | Komentar Dinonaktifkan pada Mengejar Target

Visi 2010 Amrih Rumaket

Mencari Visi 2010 yang Efektif

Seperti laiknya sebuah organisasi tanpa visi maka tidak kan jelas ke mana arah geraknya. Banyak nilai yang ditanamkan dalam sebuah organisasi melalui misi yang merupakan penjabaran dari visi. Meski visi sangat bergantung kepada pola kepemimpinan organisasi, namun perlu ada partisipasi aktif dari segenap anggota organisasi. Berikut saya kutip catatan dari http://heru.wordpress.com/2006/07/26/mereview-kembali-visi-misi-organisasi/ Saudara Heru dalam “Mereview kembali visi misi organisasi” di http://heru.wordpress.com/2006/07/26/mereview-kembali-visi-misi-organisasi/

Visi misi organisasi menjawab beberapa pertanyaan penting seperti: mengapa organisasi tersebut ada ? Siapa yang memerlukan organisasi ini ? Apa yang bisa diberikan organisasi kepada stakeholder ? Apa yang membuat organisasi ini berbeda dengan organisasi yang sejenis ? Pernyataan visi misi organisasi haruslah jelas, tidak terlalu abstrak serta mudah di mengerti. Visi misi menjelaskan role organisasi. Pernyataan visi misi organisasi harus luas untuk perkembangan dan pertumbuhan organisasi namun cukup untuk membuat jalannya organisasi tetap fokus dan terkendali.
Sering kali pernyataan visi misi organisasi kurang tepat menggambarkan tujuan organisasi sehingga sering di jumpai adanya kesulitan pada saat melakukan deploy visi misi menjadi set of action yang akan digunakan untuk mengukur kinerja organisasi dengan menggunakan metode balance scorecard.

Visi

Visi menggambarkan tujuan atau kondisi dimasa depan yang ingin dicapai. Visi memberikan gambaran yang jelas dimasa mendatang yang bisa dilihat oleh customer, stakeholders, dan employee.

Pernyataan visi yang bagus tidak hanya menginspirasikan dan menantang, namun juga sangat berarti sehingga setiap pegawai bisa menghubungkan tugas yang dilakukanya dengan visi. Pernyataan visi harus mampung menjadi inspirasi dalam setiap tindakan yang dilakukan setiap pegawai. Yang paling penting pernyataan visi harus measurable, terukur sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah tindakan yang dilakukannya dalam rangka mencapai visi organisasi atau tidak.

Pernyataan visi yang baik harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

* Succinct

Pernyataan visi harus singkat sehingga tidak lebih dari 3-4 kalimat.
* Appealing

Visi harus jelas dan memberikan gambaran tentang masa depan yang akan memberikan semangat pada customer, stakeholder dan pegawai.
* Feasible

Visi yang baik harus bisa dicapai dengan resource, energi, waktu. Visi haruslah menyertakan tujuan dan objective yang strecth bagi pegawai.
* Meaningful

Pernyataan visi harus bisa menggugah emosi positif pegawai namun tidak boleh menggunakan kata-kata yang mewakili sebuah emosi.
* Measurable

Pernyataan visi harus bisa diukur sehingga dimungkinkan untuk melakukan pengukuran kinerja sehingga setiap pegawai bisa mengetahui apakah visi sudah bisa dicapai atau belum. Sebagai contoh visi SCTV “satu untuk semua” yang berarti acara-acara SCTV harus bisa dinikmati semua kalangan, semua umur mulai balita sampai manula, cukup dengan melihat SCTV kebutuhan orang terhadap informasi & hiburan dan lain-lain bisa dipenuhi.

Jawaban pertanyaan “Siapa customer organisasi ini ?” akan menyediakan dasar untuk menentukan visi organisasi. Sedangkan jawaban atas pertanyaan “Kemana organisasi akan pergi ?” harus bisa dijawab oleh visi organisasi.
Untuk mewujudkan sebuah visi harus ada misi yang lebih detil dijabarkan dari visi tersebut. Berikut beberapa acuan tentang misi menurut Saudara Heru dalam tulisan “Mereview kembali visi misi organisasi” pada http://heru.wordpress.com/2006/07/26/mereview-kembali-visi-misi-organisasi/
Pernyataan misi yang baik haruslah memenuhi beberapa kriteria seperti berikut:

* Simple and Clear

Pernyataan misi harus dicukup diwakili oleh 2-3 pernyataan saja. Semua pernyataan tersebut harus sederhana dan jelas dimengerti serta tidak menggunakan jargon-jargon organisasi.
* Broad and long-term in future

Pernyataan misi organisasi harus cukup luas mengakomodasikan perkembangan organisasi di masa mendatang. Misi organisasi harus bisa menunjukan gambaran yang akan dicapai di masa depan dengan jelas. Pernyataan misi organisasi harus tetap valid pada 20 tahun mendatang sama seperti kondisi sekarang.
* Focus on the present

Pernyataan misi organisasi tidak boleh terlalu berorientasi pada masa depan sehingga kurang bisa fokus pada kondisi organisasi di masa sekarang.
* Easy to understand

Misi organisasi harus mudah dimengerti. Misi yang mudah dimengerti akan memudahkan mengkomunikasikan misi tersebut kepada anggota organisasi, stakeholder.

Bahwa dalam tahun 2010 ini Paguyuban Amrih Rumaket sudah sampai pada puncak realisasi misi pertama yaitu mewujudkan harapan anggota untuk rekreasi ke Bali naik pesawat terbang. Untuk merealisasi misi pertama tersebut kita harus memiliki kesepakatan dan komitmen seluruh anggota paguyuban, tanpa terkecuali.Uraian di atas barangkali dapat menjadikan bahan renungan untuk cek dan recek kembali khususnya bagi paguyuban Amrih Rumaket. Semoga bermanfaat.

31 Desember 2009 Posted by | Presentasi | | 1 Komentar

Belum Kukata

belum kukata

kau telah menghentikannya

lebih dari yang hendak kukatakan

belum kurancang

kau telah mengkritik habis-habisan

lebih dari segala rancangan

belum kubedah

kau telah mengalirkannya

lebih dari banjir di setiap musim

belum kudaftar

kau telah mengundurkan diri

jauh ke negeri seberang

belum kubayar

kau telah menaikkan harga

lebih dari harga diri yang sebenarnya

hari-hariku lelah memikirkanmu

hari-hariku buncah mengharapkanmu

dan kau membisu

jauh sebelum kukatakan nasibku

 

Aji Saka (naskah titipan)

 

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain.

Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.

Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.
Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.

Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.

Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.

Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.

Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.

Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

 

 

 

 

 

TEMBANG DOLANAN

Tembang Dolanan yaitu ciptaan lagu dalam Bahasa Jawa yang relatif baru, tanpa terikat pathokan jumlah baris maupun persajakan, tetapi dapat dilagukan seiring irama gamelan.

Jenis tembang ini ada yang khas klasik sesuai dengan pathet gendhing gamelan atau irama langgam, dan dalam perkembangannya ada pula yang modern dan  fleksibel dengan alat musik campuran sebagaimana campursari.

Beberapa judul tembang dolanan  yang saya ketahui antara lain :

1. Yang klasik : Buta – Buta Galak, Cublak – Cublak Suweng, Sluku – Sluku Bathok, Ilir – Ilir, Jamuran, Te – Kate Dipanah, Kupu-Kupu, Gula – Ganthi, Pendhisil.

2. Yang moderen : Prau Layar, Glopa – Glape, Montor – Montor Cilik, Lesung Jumengglung, Warung Pojok, Sapu Tangan, Ngundha Layangan, Mikat manuk.

 

TEMBANG MACAPAT

Salah satu tembang Jawa yang sangat patuh pada norma sukukata dan persajakan adalah macapat. Demikian ia berada di antara tembang Gedhe dan tembang Tengahan. Ada 11 macam tembang macapat ini antara lain Kinanthi, Durma, Gambuh, Megatruh, Sinom, Pangkur, Asmaradana, Pocung, Maskumambang, Mijil, dan Dhandhanggula. Akronimku KIDURGA MESIN PANAS PO MASMIDHA ini cuma sekedar gelagat. Tulisan berikut ini adalah kutipan contoh-contoh tembang macapat dari 11 macam tersebut. Sebagian saya kutip dari Piwulang Paramasastra lan Kasusastran Jawi dening Sutjipto Adi dkk. Bagian yang lain saya ketik seingat saya entah dari mana sumbernya.

1. KINANTHI
Anoman malumpat sampun
prapteng witing nagasari
mulat mangandhap katingal
wanodya yu kuru aking
gelung lukas wor lan kisma
ingkang iga iga kaeksi

2. DURMA
Ridhu mawur, mangawur awur wurahan
tengaraning ajurit
gong maguru gangsa
teteg kaya butula
wur pandresing turanggesti
rekatag ingkang
dwaja lelayu sabit
(Serat Wedhatama : KGPAA Mangkunagara IV)

3. GAMBUH
Sekar gambuh ping catur
kang cinatur polah kang kalantur
tanpa tutur katula tula katali
kadalu warsa katutuh
kepatuh pan dadi awon

4. MEGATRUH
Sigra milir kang gethek sinangga bajul
kawan dasa kang njageni
ing ngarsa miwahing pungkur
tinapi ing kanan kering
kang gethek lampahnya alon

5. SINOM
Nuladha laku utama
tumrape wong tanah jawi
wong agung angeksi ganda
Panembahan Senopati
kepati amarsudi
sudaning hawa lan napsu
pinesu tapa brata
tanapi ing siyang ratri
amemangun karyenak tyasing sasama
(Serat Wedhatama : KGPAA Mangkunagara IV)

6. PANGKUR
Uripe sepisan rusak
nora mulur nalare pating saluwir
kadi ta guwa kang sirung
sinerang ingk maruta
gumarenggeng anggereng anggung gumrunggung
pindha padane si mudha
prandene paksa kumaki

7. ASMARADANA
Kasmaran murwani tulis
caritaning babat Jawa
nguni duk panjenengane
sang Aprabu Brawijaya
ping gangsal Majalengka
narendra Binathara gung
amengkurat tanah Jawa

8. POCUNG
Ngelmu iku kalakone kanthi laku
lekase lawan kas
tegese kas nyantosani
setya budya pangekese dur angkara

9. MASKUMAMBANG
Dhuh anakmas sira wajib angurmati
marang yayah rena
aja pisan kumawani
anyenyamah gawe susah

10. MIJIL
Ngrasuk busana sang raja putri
denirasa lolos
nuli nedhak angandut patreme
tininggalan parekan myang cethi
wus samya aguling
lajeng lampahipun
(Srikandhi Ajar Manah : R.Ng. Sindusastra)

11. DHANDHANGGULA
(I)
Jago kluruk rame kapiyarsi
lawa kalong luru pandhelikan
jrih kawanan ing semune
bang wetan sulakipun
mratandhani yen bangun enjing
rembulan wus gumlewang
neng kulone gunung
ing padesan wiwit obah
lanang wadon pan samya anambut kardi
netepi kuwajiban

(II)
Yogyanira kang para prajurit
lamun bisa sami anuladha
kadya nguni caritane
andelira sang prabu
Sasrabahu ing Maespati
aran Patih Suwanda
lelabuhanipun
kang ginelung tri prakara
guna kaya purun kang den antepi
nuhoni trah utama

(III)
Dhedhep tidhem prabawaning ratri
sasadara wus manjing kawuryan
pan kuciwa memanise
menggep sri nateng ndalu

siniwaka sanggya pra dhasih

aglar ning cakrawala

winulat ngelangut

Prandene paksa kebegan

siniwaka taranggana kang sumiwi

warata tanpa sela

31 Desember 2009 Posted by | Puisi | | Komentar Dinonaktifkan pada Belum Kukata